Pontianak (EK) – Desa Wisata Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) oleh tim dosen Politeknik Negeri Pontianak, Selasa (9/6/2026). Kegiatan bertajuk “Eskalasi Kapasitas Kelembagaan Pokdarwis melalui Pelatihan Pemandu Wisata Berbasis Sapta Pesona di Desa Wisata Sungai Kakap” ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Ketua tim PKM, Dr. Heriyanto, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas kelembagaan dan kompetensi anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam memberikan pelayanan wisata yang berkualitas.
“Kami melihat perlunya penguatan kompetensi pemandu wisata agar mampu menerapkan prinsip Sapta Pesona secara konkret. Dengan demikian, kualitas pelayanan dan daya tarik Desa Wisata Sungai Kakap bisa terus meningkat,” ujar Heriyanto saat membuka pelatihan.
Kegiatan yang diikuti oleh anggota Pokdarwis Desa Wisata Sungai Kakap ini menghadirkan sejumlah pemateri dari tim dosen, yaitu Dra. Lilis Listiyawati, M.Si.; Lia Suprihartini, S.E., M.M.; Riska Wahyuni, S.S., M.Pd.; Tri Wahyuriani, S.E., M.Si.; Dr. Sri Syabanita Elida, S.E., M.M.; Drs. Zulkifli, S.E., M.Bus.; Rozy Fauzana, S.A.B., M.A.B.; dan Setya Aristu Pranoto, S.Par., M.Tr.Par.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan metode penyampaian materi, diskusi, berbagi pengalaman, serta praktik langsung penerapan nilai-nilai Sapta Pesona—yang meliputi keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan—dalam pelayanan dan pengelolaan destinasi wisata.
Heriyanto menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan pariwisata desa, sekaligus memperkuat kelembagaan Pokdarwis sebagai ujung tombak pengelolaan wisata berbasis masyarakat.
“Harapan kami, setelah pelatihan ini anggota Pokdarwis semakin percaya diri dan mampu menjadi pemandu wisata yang profesional, sehingga wisatawan mendapatkan pengalaman yang berkesan dan Desa Sungai Kakap semakin dikenal sebagai destinasi unggulan di Kalimantan Barat,” tutupnya.