Pontianak, 16 Oktober 2025 (EK) –BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pontianak bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan bertajuk “Akselerasi Kepatuhan untuk Peningkatan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segmen Jasa Konstruksi” di Hotel Mecure Pontianak.

Kegiatan dihadiri oleh BPJS Ketenagakerjaan, Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat , Badan Pemeriksa Keuangan dan Pemilik Perusahan Jasa Konstruksi di Wilayah Kalimantan Barat .

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnaen, ST., MT. Dalam sambutannya, Iskandar menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memastikan seluruh pekerja jasa konstruksi terlindungi oleh program jaminan sosial.

“Pekerja konstruksi memiliki risiko kerja yang tinggi, sehingga perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral terhadap keselamatan tenaga kerja,” ujar Iskandar.

Turut hadir sebagai narasumber Tri Apratondo Aryawan, S.Ak., M.Ak., A.CPA dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kalimantan Barat, yang memaparkan pentingnya kepatuhan badan usaha terhadap regulasi dan tata kelola keuangan proyek jasa konstruksi yang melibatkan pekerja.

“Kepatuhan terhadap regulasi BPJS Ketenagakerjaan juga menjadi indikator penting dalam penilaian akuntabilitas proyek pemerintah,” jelas Tri Apratondo.

Selain itu, Qaharuddin Nurli, selaku Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Muda, turut memberikan pandangan mengenai integrasi kewajiban kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dalam proses pengadaan barang dan jasa di sektor konstruksi.

Dari sisi penyelenggara jaminan social Suhuri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pontianak, menegaskan komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas cakupan kepesertaan dan memastikan seluruh pekerja di sektor jasa konstruksi memperoleh perlindungan sosial ketenagakerjaan yang memadai.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat sinergi lintas sektor agar target Universal Coverage dapat tercapai, khususnya di segmen jasa konstruksi yang memiliki peran besar dalam pembangunan daerah,” ujar Suhuri.

Kegiatan yang berlangsung di Pontianak ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan badan usaha serta instansi terkait terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja konstruksi di Kalimantan Barat.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *