Byadmin

Feb 12, 2026

Pemuda dan Ibu-Ibu Pengajian Disebut Garda Terdepan Jaga Persatuan Bangsa di Kalbar

Pontianak (EK) – Anggota MPR/DPR RI, Boyman Harun menempatkan tokoh pemuda dan ibu-ibu pengajian sebagai aktor kunci dalam strategi menjaga persatuan dan kerukunan bangsa. Hal ini disampaikan dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Pontianak, Jumat (6/2), dengan mengusung tema kolaborasi antargenerasi.

“Persatuan bangsa bukan hanya tugas pemerintah atau TNI-Polri. Dua pilar masyarakat inilah yang memegang peran sentral. Pemuda dengan energi dan gagasan segarnya, dan ibu-ibu pengajian dengan pengaruhnya yang kuat di basis komunitas dan keluarga. Sinergi mereka adalah kunci ketahanan nasional kita,” tegas Boyman Harun, yang juga Ketua DPW PAN Kalbar.

Sosialisasi kali ini dirancang sebagai forum diskusi interaktif. Para pemuda diajak untuk memimpin inisiatif dalam merawat kebinekaan, seperti membentuk komunitas lintas agama dan suku, serta memproduksi konten kreatif yang mempromosikan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika di ruang digital.

Di sisi lain, ibu-ibu pengajian didorong untuk memperkuat perannya sebagai “menteri pertama” di rumah dan lingkungan. Mereka diajak untuk secara aktif menanamkan nilai cinta tanah air, saling menghormati perbedaan, dan semangat gotong royong dalam setiap kegiatan keagamaan dan pertemuan warga.

“Kami diingatkan bahwa pengajian bukan hanya tentang ibadah vertikal, tapi juga instrumen penting untuk membangun harmoni sosial. Setiap ceramah bisa disisipkan pesan-pesan menjaga NKRI dan persatuan,” ujar , salah satu peserta dari majelis taklim.

Sementara, perwakilan pemuda menyambut baik kolaborasi ini. “Pemuda sering dianggap hanya bisa demo. Hari ini, kami diberikan mandat dan ruang yang konstruktif. Ide kami untuk festival budaya lintas etnis di Pontianak mendapat respons langsung dan dukungan dari para ibu-ibu yang punya jaringan luas,” ungkapnya.

Boyman Harun menegaskan, pertemuan ini adalah langkah awal untuk membentuk jaringan pemuda dan ibu-ibu pengajian di Kalbar yang proaktif menjaga persatuan. “Mereka akan menjadi duta-duta Empat Pilar di tengah masyarakat. Dari forum inilah, kita harapkan lahir aksi-aksi nyata yang meredam potensi konflik dan memperkuat tali persaudaraan,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model sinergi yang efektif, di mana nilai-nilai kebangsaan tidak hanya disosialisasikan, tetapi juga dioperasionalkan melalui peran strategis kedua kelompok masyarakat tersebut.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *