Pontianak, (EK)- Anggota DPR RI/MPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat 1, Boyman Harun, menggelar Dialog Kebangsaan dan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama pelajar SMA dan sederajat se-Kota Pontianak, Selasa (17/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kota Pontianak dan dirangkai dengan buka puasa bersama ini mengusung semangat melibatkan generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Boyman Harun yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Barat menegaskan bahwa generasi muda, khususnya pelajar, memiliki peran strategis dalam memastikan keberlanjutan bangsa. Ia menyebut pemuda sebagai aktor kunci yang akan menentukan arah Indonesia di masa depan .
“Pelajar dan pemuda adalah garda terdepan dalam menjaga dan merawat 4 Pilar Kebangsaan. Kalianlah yang akan menerima estafet kepemimpinan bangsa ini. Pemahaman yang kuat terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi modal utama untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan bermartabat,” ujar Boyman di hadapan ratusan pelajar yang hadir.
Politisi yang kembali dipercaya memimpin DPW PAN Kalbar untuk periode ketiga ini menekankan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Di era digital dan globalisasi, pelajar tidak hanya dihadapkan pada arus informasi yang deras, tetapi juga berbagai pengaruh budaya asing yang dapat menggerus nilai-nilai kebangsaan.
“Anak-anak muda sekarang akrab dengan media sosial dan teknologi digital. Tantangan kita adalah bagaimana nilai-nilai 4 Pilar ini tetap relevan dan menjadi pegangan di tengah gempuran informasi. Kalian harus bisa menjadi filter, memilih mana yang baik untuk masa depan bangsa dan mana yang justru merusak,” tegasnya .
Boyman menyoroti pentingnya mempersiapkan sumber daya manusia unggul menyongsong Indonesia Emas 2045, saat usia kemerdekaan Indonesia mencapai satu abad. Menurutnya, bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia hanya akan berarti jika generasi muda memiliki karakter kebangsaan yang kokoh dan siap bersaing secara global .
“Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar hafalan atau materi pelajaran di sekolah. Ini adalah nilai hidup yang harus kalian terapkan sehari-hari. Gotong royong, toleransi, cinta tanah air, dan semangat persatuan harus tercermin dalam perilaku kalian, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” imbuhnya .
Salah satu peserta kegiatan, pelajar kelas XII dari salah satu SMA di Pontianak, mengaku mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya 4 Pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Selama ini saya pikir 4 Pilar itu hanya teori yang harus dihafal untuk ujian. Ternyata setelah mendengar penjelasan langsung dari Pak Boyman, saya sadar bahwa nilai-nilai ini sangat relevan dengan kehidupan kita sehari-hari. Apalagi di tengah keberagaman yang kita miliki di Kalbar ini,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi yang dikemas secara interaktif ini juga menjadi ajang dialog antara wakil rakyat dengan generasi muda. Para pelajar antusias bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai isu kebangsaan, mulai dari tantangan radikalisme, bahaya narkoba, hingga peran pemuda dalam menjaga persatuan di era digital .
Menutup acara yang dirangkai dengan buka puasa bersama ini, Boyman Harun mengajak seluruh pelajar untuk menjadi duta-duta 4 Pilar di lingkungan masing-masing. Ia berpesan agar generasi muda tidak melupakan akar sejarah bangsanya dan terus meneladani semangat para pendiri bangsa yang telah menempatkan persatuan di atas segala perbedaan .
“Dengan semangat meneladani para Bapak Bangsa, saya yakin generasi muda Kalbar, khususnya para pelajar di Kota Pontianak, akan berada di jalan yang benar dalam mempersiapkan diri menyongsong Indonesia Emas 2045. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan berjiwa nasionalis,” pungkasnya .
Kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya MPR RI membumikan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan hingga ke tingkat akar rumput, khususnya di kalangan generasi muda yang akan menjadi penentu masa depan bangsa.