Pontianak, 21 Juli 2025 (EK) — Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Kalimantan Barat bersiap menyambut pelantikan pengurus periode 2025-2030 yang akan digelar pada Sabtu malam, 26 Juli 2025, di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak. Acara ini menjadi tonggak awal untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan menyusun program kerja strategis guna mendukung pembangunan daerah.
Wakil Ketua Umum MW KAHMI Kalbar, Ria Hayatunnur Taqwa, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk menyatukan visi dan memperkokoh struktur organisasi. “Kami berkomitmen menjadikan pelantikan sebagai langkah awal konsolidasi pengurus demi mewujudkan KAHMI Kalbar yang progresif dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Ria saat ditemui di sela-sela persiapan acara di Pontianak, Senin (21/7/2025).
Ria, yang didampingi Sekretaris Umum MW KAHMI Kalbar, Juni Wardana, mengungkapkan bahwa pasca-pelantikan, pihaknya akan segera menggelar upgrading atau pembekalan kepengurusan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus serta menyamakan persepsi dalam menjalankan mandat organisasi. “Pembekalan ini penting untuk memastikan pengurus memiliki pemahaman yang utuh tentang visi KAHMI, baik dalam konteks keumatan, kebangsaan, maupun kemajuan daerah,” tambah Ria.
Selain itu, MW KAHMI Kalbar juga tengah mempersiapkan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sebagai wadah strategis untuk merumuskan program kerja jangka menengah dan panjang. Rakerwil ini akan mengacu pada hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) IX KAHMI Kalbar yang telah berlangsung pada 26 April 2025. “Rakerwil akan menjadi forum utama untuk menyusun arah gerak organisasi yang selaras dengan semangat keumatan, kebangsaan, dan pembangunan Kalimantan Barat,” jelas Juni Wardana.
Panitia pelantikan memastikan acara akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Sekretaris Jenderal Forum HMI-Wati (FORHATI) Nasional, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalbar, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para tokoh ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara KAHMI Kalbar dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah.
KAHMI, sebagai organisasi yang menaungi alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya di Indonesia. Di Kalimantan Barat, KAHMI dikenal aktif dalam berbagai kegiatan, seperti pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan advokasi kebijakan publik. Rencana program kerja MW KAHMI Kalbar ke depan juga akan berfokus pada isu-isu strategis, seperti pemberdayaan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas pendidikan di wilayah perbatasan.
Menurut Ria, KAHMI Kalbar juga akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan organisasi masyarakat lainnya untuk mendukung visi Kalimantan Barat sebagai provinsi yang maju dan inklusif. “Kami ingin KAHMI Kalbar menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan seperti kesenjangan ekonomi dan pendidikan di wilayah perbatasan,” tuturnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi MW KAHMI Kalbar untuk memperkuat peran organisasi dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berbasis nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.