Pontianak, 6 Januari 2025 (EK) – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) kembali menunjukkan ketangguhannya di tengah tantangan ekonomi dan persaingan perbankan yang semakin ketat. Pada tahun 2025, Bank Kalbar mencatat pertumbuhan laba yang impresif, mencapai Rp522,99 miliar, atau tumbuh sebesar 7,66% dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp485,80 miliar.
Lonjakan laba ini mencerminkan efisiensi operasional, ketajaman bisnis, dan disiplin pengelolaan risiko yang diterapkan secara konsisten oleh bank kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat tersebut.
Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja kolektif yang solid, strategi yang terarah, serta kepercayaan nasabah yang terus menguat. “Capaian laba yang kuat ini membuktikan bahwa Bank Kalbar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus bergerak maju dengan keyakinan yang tinggi,” tegasnya.
Selain pertumbuhan laba, Bank Kalbar juga mencatat peningkatan aset menjadi Rp27,84 triliun (tumbuh 5,02%) dan penyaluran kredit yang mencapai Rp18,07 triliun (tumbuh 7,18%). Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 3,73% menjadi Rp21,11 triliun, menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat.
Rasio keuangan bank juga tetap dalam kondisi sangat sehat, dengan BOPO sebesar 69,64%, LDR 85,59%, ROA 2,63%, ROE 12,50%, dan NPL hanya 1,85%. Selain itu, CASA mencapai 57,90%, menandakan struktur pendanaan yang sehat dan kompetitif.
Unit usaha syariah Bank Kalbar juga turut mencatat pertumbuhan spektakuler dengan laba melonjak 34,24% menjadi Rp141,84 miliar, disertai pertumbuhan aset sebesar 14,34% dan kualitas pembiayaan yang sangat prima (NPP Gross 0,58%).
Dengan fondasi kinerja yang kuat di tahun 2025, Bank Kalbar optimis dapat terus memimpin dan berkontribusi lebih besar bagi pembangunan ekonomi Kalimantan Barat.