Pontianak (EK) – Dalam rangka untuk menembus pasar PaDi UMKM dan pasar global sebanyak 20 UMKM mengikuti pelatihan offline PaDI Akademi Pertamina, kolaborasi Rumah BUMN Pertamina Palangkaraya dan Pontianak di Pontianak, Kamis (11/9/2025).
Sebelumnya kegiatan serupa sukses digelar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang melibatkan 30 UMKM. Dari hampir 200 UMKM yang mendaftar secara daring, sebanyak 50 UMKM terpilih untuk mengikuti pelatihan tatap muka di dua kota tersebut.
Pelatihan ini menjadi bagian dari edisi perdana PaDI Akademi Pertamina di Indonesia yang dirancang untuk membawa UMKM naik kelas, masuk ke rantai pasok nasional, bahkan menembus pasar ekspor.
Peserta Pontianak yang terpilih melalui kurasi ketat menjalani pembekalan tentang branding produk, pemasaran digital, legalitas usaha, strategi bisnis berkelanjutan, hingga simulasi strategi harga.
Tahap ini dipersiapkan sebagai pintu masuk menuju business matching dengan pembeli besar serta onboarding di marketplace PaDI UMKM.
CEO Rumah BUMN Palangkaraya, Yanto Karnosaputra, menegaskan PaDI Akademi bukan sekadar ruang pelatihan, melainkan mesin akselerasi UMKM. “Peserta tidak hanya datang sebagai pelajar, tetapi pulang sebagai pemain rantai pasok yang siap masuk ekosistem PaDI UMKM,” katanya.
Sementara itu dalam sambutan saat pembukaan pelatihan, CFO Muda Rumah BUMN Palangkaraya, Ridwan Widoyoko menegaskan pentingnya membangun UMKM yang yang kompetitif, compliant, kredibel dan berkelanjutan melalui pembinaan berjenjang.
“Penguatan rantai pasok nasional harus dimulai dari UMKM yang berdaya saing. PaDI Akademi adalah bukti bahwa pembinaan sistematis mampu menjadikan UMKM tulang punggung ekonomi bangsa,” ujarnya.
Dia, menambahkan program ini bagian dari TJSL Pertamina dan Rumah BUMN yang membawa manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan. Menurutnya, pelatihan ini akan membuka jalan UMKM Kalbar untuk terkoneksi dengan pasar luas, sehingga UMKM bisa naik kelas.
“Kegiatan ini diharapkan melahirkan UMKM tangguh, inklusif, dan berdaya saing, yang siap memperkuat perekonomian daerah serta menopang transformasi ekonomi nasional,” sebutnya.
Para peserta juga menyambut antusias kegiatan ini. Esterlina, pemilik Rere Junacraft, mengaku pelatihan ini sangat membantu dalam memahami strategi bisnis modern.
“Selama ini kami fokus pada produksi, tapi lewat PaDI Akademi saya belajar bagaimana membangun branding, memperbaiki kemasan, dan memanfaatkan pemasaran digital. Harapannya, produk kami bisa menembus pasar nasional bahkan ekspor,” ungkap pembuat tas khas Kalbar tersebut.
