Pontianak (EK)- Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Barat terpilih, M. Fahmi, berkomitmen memperkuat pengembangan ekonomi syariah daerah melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan UMKM.
“Kalbar memiliki keunikan dan posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia serta didukung infrastruktur konektivitas seperti Pelabuhan Kijing dan Bandara Supadio,” kata Fahmi usai pemilihan di Pontianak, Jumat (6/11/2026).
Menurut Fahmi, potensi geografis dan infrastruktur tersebut menjadi modal penting untuk mendorong Kalimantan Barat sebagai salah satu percontohan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Ia mengatakan, langkah awal kepengurusan baru MES Kalbar adalah menyelaraskan program kerja organisasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Barat.
Penyelarasan tersebut diperlukan agar berbagai program pengembangan ekonomi syariah dapat berjalan searah dengan kebijakan dan prioritas pembangunan pemerintah daerah.
Fahmi menjelaskan, penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama dalam menggerakkan ekonomi syariah di Kalbar.
Salah satu strategi yang akan dikembangkan adalah mendorong pariwisata ramah muslim sebagai katalisator pertumbuhan UMKM. Pengembangan sektor tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus membuka peluang pasar bagi produk lokal.
“Ketika wisata ramah muslim berkembang, aktivitas UMKM juga akan ikut bergerak. Namun, hal itu harus diiringi peningkatan kapasitas produk dan sertifikasi halal agar mampu bersaing,” ujarnya.
Selain UMKM dan pariwisata ramah muslim, Fahmi menilai pengembangan ekonomi syariah membutuhkan ekosistem yang terintegrasi melalui keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut mencakup lembaga keuangan syariah, akademisi, media, pemerintah, korporasi, hingga kalangan pengusaha. Pemerintah diharapkan berperan dalam memperkuat regulasi, sedangkan sektor swasta dapat mendukung pengembangan usaha dan akses pembiayaan.
Ia menegaskan MES bukan organisasi bisnis, melainkan wadah kolaborasi untuk mendorong kemaslahatan masyarakat melalui pengembangan ekonomi berbasis prinsip syariah.
“Ini bukan organisasi bisnis, melainkan mandat kebaikan yang membutuhkan komitmen luar biasa dari kita semua,” katanya.
Fahmi berharap kepengurusan baru MES Kalbar dapat dibangun secara solid dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan keberlanjutan program.
Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, MES Kalbar menargetkan pengembangan ekonomi syariah tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan UMKM dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kalimantan Barat.